Hutan Lampung

CAGAR ALAM (CA)
CA KEPULAUAN KRAKATAU
Kawasan Cagar Kepulauan Krakatau merupakan Cagar Alam Laut, yang ditunjuk berdasarkan Surat Keputusan Menteri Kehutanan Nomor 85/Kpts-II/1990 tanggal 7 Nopember 1990 dengan luas ± 13.735,10 Ha, termasuk daratan seluas 2.535,10 Ha. Lokasinya terletak di sekitar Krakatau dan Selat Sunda Kabupaten Lampung Selatan.

TAMAN HUTAN RAYA (TAHURA) TAHURA WAN ABDUL RACHMAN
A. KEADAAN FI SI K KAWASAN
Dasar hukum, letak dan luas Kawasan hutan calon TAHURA di Propinsi Lampung seluas 22.244 Ha ditetapkan sebagai TAHURA Wan Abdul Rachman berdasarkan Surat Keputusan Menteri Kehutanan No. 742/Kpts-II/92 tanggal 21 Juli 1992.
TAHURA Wan Abdul Rachman menurut administrasi pemerintahan terletak di Kecamatan Tanjung Karang Barat, Kedodong, Gedong Tataan dan Padang Cermin Kota Madya Bandar Lampung, sedangkan pengelolaannya di bawah Balai Konservasi Sumber Daya Alam II Tanjung Karang.
Topografi
TAHURA Wan Abdul Rachman memiliki topografi bergelombang ringan sampai berat dan sebagian datar, di dalam kawasan terdapat 4 (empat) buah gunung yaitu : G. Rantai (1.671 m dpl), G. Pesawar (661 m dpl), G. Betung (1.240 m dpl) dan G. Tangkit Ulu Padang Ratu (1.600 m dpl).
I klim
Menurut klasifikasi iklim Schmid dan Ferguson TAHURA Wan Abdul Rachman termasuk tipe iklim B dengan curah hujan rata-rata 2.422 mm per tahun. Suhu udara berkisar antara 24°C-26°C.
B. POTENSI BIOTIK KAWASAN
Flora
Vegetasi hutan di TAHURA Wan Abdul Rachman memiliki tipe vegetasi Hutan Hujan Tropis yang didominasi oleh Medang (Litsea firmahoa), Rasamala (Antingia excelsa), Merawan (Hapea mengawan, dan berbagai jenis anggrek serta paku-pakuan serta rotan.
Fauna
Taman Hutan Raya Wan Abdul Rachman memiliki potensi fauna yang antara lain : Harimau loreng sumatera (Panthera tigris sumatrensis, Tapir (Tapirus indicus), Kambing hutan (Nemorchaedus sumatrensis), Rusa (Cervus unicolor), Beruang madu (Helarector melayanus) dan lainlain.
C. POTENSI WI SATA ALAM
Daya tarik obyek
TAHURA Wan Abdul Rachman memiliki daya tarik obyek wisata alam yang cukup beragam, seperti pemandangan alam Teluk Lampung, terdapat juga 5 (lima) buah air terjun, yang sangat menarik adalah pemandangan Kota Bandar Lampung di waktu malam.
Kegiatan wisata alam yang dapat dilakukan Beberapa kegiatan wisata alam yang dapat dilakukan diantaranya adalah : lintas alam, menikmati pemandangan alam, berkemah, mandi di air terjun dan lain-lain

Sarana kemudahan dan pelayanan
Beberapa fasilitas yang dapat mendukung kegiatan wisata alam di TAHURA Wan Abdul Rachman adalah : pintu gerbang, shelter, pos jaga, MCK, jalan setapak dan lain-lain.
Pencapaian ke lokasi
TAHURA Wan Abdul Rachman dapat dicapai dari Kota Bandar Lampung melalui route : Lampung – Hanura (lokasi Tahura ) 12 km.
D. PELUANG USAHA YANG DAPAT DIKEMBANGKAN
Peluang usaha yang dapat dikembangkan di TAHURA Wan Abdul Rachman antara lain adalah : usaha jasa akomodasi dan konsumsi, usaha jasa pemandu wisata alam dan usaha jasa transportasi.

TAMAN NASI ONAL (TN) TN BUKI T BARI SAN SELATAN

Taman Nasional Bukit Barisan Selatan merupakan perwakilan dari rangkaian pegunungan Bukit Barisan yang terdiri dari tipe vegetasi hutan mangrove, hutan pantai, hutan pamah tropika sampai pegunungan di Sumatera.
Taman Nasional Bukit Barisan Selatan membentang dari Propinsi Bengkulu di sebelah utara, mengikuti punggung pegunungan Bukit Barisan meluas ke selatan, sampai Tanjung Cina-Belimbing di ujung selatan propinsi Lampung.
Taman nasional ini diresmikan dengan adanya Pengumuman Menteri Pertanian pada tanggal 14 Oktober 1982 dalam Kongres Taman Nasional Seduani III di Denpasar, Bali. Semula status kawasan taman nasional ini adalah Suaka Margasatwa Sumatera Selatan I yang ditunjuk berdasarkan Besluit Van der Gouverneur Van Nederlandsch I ndie No. 48 STB 621 tanggal 24 Desember 1935.
Perubahan dan pengembangannya dari Suaka Margasatwa menjadi Taman Nasional tidak lain adalah perwujudan upaya konservasi untuk melindungi dan melestarikan kekayaan sumber daya alam yangterkandung di dalamnya. Taman Nasional Bukit Barisan Selatan

menyuguhkan tantangan kepada para pengunjung untuk menikmati kekayaan dan keindahan alamnya.
Potensi Flora
Tipe vegetasi utama yang menyusun kawasannya adalah hutan hujan tropis, dengan
jenis-jenis utamanya adalah Meranti (Shorea sp), Keruing (Dipterocarpus sp), Merawan
(Hophea sp), Rotan (Calamus sp), Pasang (Quercus sp), Bayur (Pteorspermum sp), Cempaka (Michelia campaka), Randu Alas (Bombax malabarica), Damar (Agathis sp) dan lain sebagainya. Tipe vegetasi lainnya adalah hutan payau dengan penghuninya : Pidada (Sonneratia sp), Nipah (Nipa fructicans); kemudian hutan pantai dengan jenis penyusunnya Cemara laut (Casuarina equisetifolia), Mengkudu (Morinda citrifolia) dan Pandan (Pandanus sp).
Potensi Fauna
Satwa yang menghuni Bukit Barisan Selatan antara lain Badak Sumatera (Dicerorhinus sumatrensis), Gajah Sumatera (Elephas maximus), Harimau (Panthera tigris), Tapir (Tapirus indicus), Rusa (Cervus sp), Kancil (Tragulus javanicus), Kerbau liar (Bubalus bubalis), Kijang (Muntiacus muntjak), Kambing hutan (Capricorn sumatrensis), Ajak (Cuon
alpinus), Ungko (Hylobates agilis), Ular sanca (Phyton reticulatus), dan lain-lainnya.
Berbagai jenis kera dan monyet juga mendiami habitat yang sangat baik di kawasan Taman Nasional Bukit Barisan Selatan ini, antara lain Siamang (Symphalangus syndactylus), Owa (Hylobates agilis), Kera (Macaca fascicularis), Beruk (Macaca nemestrina), Lutung (Presbytis cristata) dan Presbytis melalophos. Di daerah yang agak lebih
dalam, dijumpai pula Beruang Madu (Helarctos malayanus). Berbagai jenis Rangkong (Buceros sp) dan jenis-jenis burung lain juga menjadi bagian kekayaan fauna yang tidak dapat dipisahkan. Di sepanjang pantai selatan dan barat dapat dijumpai beberapa jenis Penyu antara lain Dermochelys imbricata, Penyu Sisik (Eretmochelys imbricata), dll.
Potensi Wisata
Di samping potensi kekayaan alam yang berupa flora dan fauna yang sangat beraneka ragam jenisnya, Taman Nasional Bukit Barisan Selatan juga memiliki kekayaan lain yang tidak kalah menariknya yaitu kekayaan yang berupa gejala keunikan dan keindahan alam. Gabungan semua kekayaan inilah yang membuat taman nasional ini mempunyai potensi
Pariwisata yang cukup tinggi.
Tempat-tempat yang patut dicatat dan dikunjungi antara lain :
• Belimbing
Di tempat ini terdapat menara suar (mercusuar), di mana dari tempat tersebut dapat dinikmati pemandangan laut atau pantai yang menakjubkan. Gugusan karang, pasir yang membentang sepanjang pantai dan ombak yang datang dan memecah di pantai adalah pemandangan yang mempunyai kesan tersendiri.
• Danau Menjukut
Danau, di samping merupakan tempat hidup hewan-hewan air seperti ikan dan lain-lainnya, juga merupakan habitat beberapa jenis burung air, tempat minum satwa dan aktifitas manusia. Demikian pula halnya dengan Danau Menjukut. Di sana dapat dilihat beberapa jenis burung air terjun terutama burung belibis. Di samping itu, dapat dilihat pula beberapa satwa besar, antara lain Kerbau liar, Rusa dan Kijang. Pengunjung juga dapat menikmati kegiatan rekreasi air, antara lain bersampan, berenang/mandi di danau
tersebut. Bagi mereka yang menyenangi kegiatan observasi flora dan fauna, daerah ini sebaiknya jangan ditinggalkan begitu saja.
• Sukaraja
Di daerah sekitar Sukaraja (yang mempunyai ketinggian 546 m dpl), dapat dikunjungi beberapa air terjun. Selain itu, dari pondok pemandangan yang ada di sana, dapat dinikmati pemandangan atau panorama dari Teluk Semangka yanng terletak di bawahnya.
Seperti halnya pemandangan ke arah laut. Di Sukaraja ini telah disediakan pula fasilitas untuk para pengunjung yang hendak bermalam di tenda, yaitu berupa bumi perkemahan seluas 2 ha, yang dilengkapi pula dengan shelter dan MCK. Sukaraja dapatdicapai dari Kota Agung lewat jalan darat, dengan perjalanan selama 4 jam ke arah barat.
• Danau Ranau
Danau Ranau adalah danau yang indah dan bebas pencemaran.
Danau ini merupakan danau yang terluas di Pulau Sumatera setelah
Danau Toba. Danau Ranau terletak di tepi barat laut Taman
Nasional Bukit Barisan Selatan dan di antara rangkaian gunung
Pegunungan Bukit Barisan. Oleh karena letaknya itulah, Danau
Ranau mempunyai air bersih dan berhawa sejuk.
Di danau ini pengunjung dapat berlayar, bersampan sambil
menikmati pemandangan megahnya Pegunungan Bukit Barisan.
Kegiatan yang dapat dilakukan
• Tampang, Blubuk, Danau Menjukut, Way Sleman,
Belimbing
Menjelajahi Hutan, Wisata Bahari, Berenang, bersampan,
Pengamatan Tumbuhan, Berkemah, dan menelusuri Sungai.
• Sukaraja Atas
Menjelajahi Hutan, Berkemah, Pengamatan satwa/Tumbuhan.
• Suwoh
Bersampan, Berenang, Sumber Air Panas, Menjelajahi Hutan, dan
Berkemah.
• Kubu Perahu
Menjelajahi Hutan, Air terjun, Pengamatan Satwa/Tumbuhan, dan
Berkemah.
I klim dan Topografi
Oleh karena pengaruh Pegunungan Bukit Barisan, kawasan taman
nasional ini terbagi menjadi dua daerah yang berbeda, di mana separuh
kawasan bagian timur
agak kering. Namun
demikian, curah hujan
cukup tinggi sepanjang
tahun di seluruh
kawasan ini.
Kawasan Taman
Nasional Bukit Barisan
Selatan berpunggung
ujung selatan dari
Pegunungan Bukit
Barisan, sehingga
mempunyai topografi
yang cukup kasar. Lereng timurnya cukup curam, sedangkan lereng
barat, ke arah Samudra Indonesia, agak landai. Puncak tertinggi dari
kawasan taman nasional ini adalah Gunung Pulung (1.964 m dpl) yang
terletak di sebelah barat Danau ranau. Di samping itu masih banyak
terdapat gunung yang lain, yaitu : G. Sekincau, G. Balirang, Bukit
Gedang dan Bukit Pandan.
Cara mencapai lokasi
• Teluk Betung – Tanjung Karang – Kota Agung (roda 4/roda 2)
• Kota Agung – Tampang, + 6 jam (kapal motor)
• Kota Agung – Banjarnegoro – Sukaraja Atas/Suwoh, antara 3 – 4
jam (roda 4/roda 2)
• Kota Agung – Kubu Perahu, + 7 jam (roda 4/roda 2)
I nformasi Lainnya
• Fasilitas yang tersedia
Kantor, wisma tamu, pondok kerja, shelter, MCK, jalan
setapak, menara pengintai satwa, bumi perkemahan, dan
lain-lain.
• Alamat Kantor
Taman Nasional Bukit Barisan Selatan, Jl. Ir. H. Juanda No.
19, Tanggamus, Kota Agung, Lampung Selatan. Telp.
(0722) 21064
TN BUKI T WAY KAMBAS
Taman Nasional Way Kambas secara administratif pemerintahan
terletak di Kecamatan Way Jepara, Labuan Meringgai, Sukadana,
Purbolinggo, Rumbia dan Seputih Surabaya, Kabupaten Lampung
Tengah, Propinsi Lampung.
Potensi Flora
Taman Nasional Way
Kambas merupakan
perwakilan ekosistem
hutan dataran rendah
yang terdiri dari hutan
rawa air tawar, padang
alang-alang/semak
belukar, dan hutan pantai
di Sumatera. Kawasan ini
terdiri dari hutan rawa air
tawar, padang alangalang/
semak belukar dan
hutan payau/pantai
dengan jenis floranya
yaitu: Api-api (Avicenia
marina), Pidada
(Sonneratia sp.), Nipah (Nypa fructicans), gelam (Melaleuca
leucadendron), Salam (Eugenia polyantha), Rawang
(Glocchidion boornensis), Ketapang (Terminalia cattapa),
Cemara Laut (Casuarina equisetifolia), Pandan (Pandanus sp.),
Puspa (Schima walichii), Meranti (Shorea sp.), Minyak
(Diptorecapus gracilis), Merbau (Instsia sp.), Pulai (Alstonia
angustiloba), Bayur (Pterospermum javanicum), Keruing
(Dipterocarpus sp.), Laban (Vitex pubescens) dan lain-lain.
Potensi Fauna
Taman Nasional Way Kambas merupakan habitat Badak
Sumatera (Dicerorhinus sumatrensis), Gajah Sumatera (Elephas
maximus), Harimau Sumatera (Panthera tigris sumatrensis), Tapir
(Tapirus indicus), Beruang madu (Helarctos malayanus), Anjing
hutan (Cuon alpinus), Rusa (Cervus unicolor), Ayam hutan
(Gallus gallus), Rangkong (Buceros sp.), Owa (Hylobates
moloch), Lutung Merah (Presbytis rubicunda), Siamang
(Hylobates syndactylus), Bebek Hutan (Cairina scutulata),
Burung Pecuk Ular (Anhinga melanogaster) dan sebagainya.
Potensi Wisata
Lokasi/obyek yang menarik:
Musim kunjungan terbaik pada bulan Juli sampai dengan bulan
September. Beberapa lokasi/obyek yang menarik untuk
dikunjungi antara lain:
Pusat Latihan Gajah (PLG) Karangsari
Gajah-gajah liar yang dilatih di Pusat Latihan Gajah (PLG)
terletak 9 Km dari pintu gerbang Plang Ijo didirikan pada tahun
1985 dan telah menghasilkan sekitar 290 ekor gajah yang terlatih.
Gajah-gajah dapat dijadikan sebagai gajah tunggang, atraksi,
angkutan kayu dan bajak sawah. Pada Pusat Latihan Gajah
tersebut dapat disaksikan Pelatih dan mendidik dan melatih gajah
liar, menyaksikan atraksi gajah yang sangat luar biasa (main bola,
menari, berjabat tangan, hormat, mengalungkan bunga, tarik
tambang, berenang dan masih banyak atraksi lainnya).
Way Kambas, untuk kegiatan berkemah.
Way Kanan, untuk kegiatan Penelitian dan penangkaran Badak
Sumatera dengan fasilitas laboratorium alam dan wisma peneliti.
Rawa Kali Biru, Rawa Gajah, dan Kuala Kambas, untuk
kegiatan menyelusuri sungai Way Kanan, pengamatan satwa
(bebek hutan, kuntul, rusa, burung migran), pdang rumput dan
hutan mangrove.
Cara Pencapaian Lokasi
• Bandarlampung – Metro – Way Jepara (112 Km),
menggunakan mobil + 2 jam.
• Branti – Metro – Way Jepara (100 Km),menggunakan mobil +
1.30 jam.
• Bakauheni – Panjang – Sribawono – Way Jepara (170 Km),
menggunakan mobil + 3 jam.
• Bakauheni – Labuan Meringgai – Way Kambas, menggunakan
mobil + 2jam.
• Way Jepara – Pusat Latihan Gajah, menggunakan mobil + 20
menit.
• Jakarta – Labuan Meringgai (kapal motor) dilanjutkan dengan
kendaraan darat ke Way Jepara + 45 menit.
Informasi lainnya
Alamat Kantor:
Jl. Raya Way Jepara, Labuan ratu Lama, Lampung, Telp. (0725)
44220

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s